Konsep
Organisasi & Manajemen Sehubungan Dengan Sistem Informasi
A. Konsep
Organisasi
Secara konseptual ada dua batasan yang perlu
dikemukakan di sini, yakni istilah “organization”
sebagai kata benda dan “organizing”
(pengorganisasian) sebagai kata kerja, menunjukkan pada rangkaian aktivitas
yang harus dilakukan secara sistematis.
Organisasi adalah suatu sistem, mempunyai struktur dan perencanaan yang dilakukan dengan penuh kesadaran, di dalamnya orang-orang bekerja dan berhubungan satu sama lain dengan suatu cara yang terkoordinasi, kooperatif, dan dorongan-dorongan guna mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan (Beach, 1980; Champoux, 2003).Apabila kita membicarakan organisasi sebagai suatu sistem, berarti memandangnya terdiri dari unsur-unsur yang saling bergantungan dan di dalamnya terdapat sub-sub sistem. Sedangkan struktur di sini mengisyaratkan bahwa di dalam organisasi terdapat suatu kadar formalitas dan adanya pembagian tugas atau peranan yang harus dimainkan oleh anggota-anggota kelompoknya.
Dari kedua definisi di atas, dapat dinyatakan betapa
pentingnya organisasi sebagai alat administrasi dan manajemen dalam
melaksanakan segala kebijakan/keputusan yang dibuat pada tingkatan
administratif maupun manajerial. Dalam hubungan ini, hakiki organisasi dapat
ditinjau dari dua sudut pandangan. Pertama, organisasi dipandang sebagai wadah,
tempat di mana kegiatan administrasi dan manajemen dilaksanakan. Kedua, sebagai
proses yang berusaha menyoroti interaksi (hubungan) antara orang-orang yang
terlibat di dalam organisasi itu.
Dalam menjalankan fungsi-fungsi manajemen, manajer terlibat dalam membentuk kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan fungsi tersebut, pengambilan keputusan dan interaksi manusia. Interaksi manusia adalah orang-orang di dalam dan di luar organisasi dan dengan atasan serta bawahan. Baik mutu pengambilan keputusan maupun interaksi dengan orang akan mempengaruhi efektivitas dalam mana organisasi beroperasi. Fungsi manajemen, pengambilan keputusan dan interaksi mansuia dibatasi oleh sumber daya yang tersedia bagi organisasi dan kendala luar organisasi (industri, masyarakat dll) dalam mana organisasi beroperasi.
B. Struktur
Keorganisasian – Model Dasar
Struktur Keorganisasian adalah susunan subsistem-subsistem dengan hubungan antara wewenang dan tanggung jawab.
Struktur Keorganisasian adalah susunan subsistem-subsistem dengan hubungan antara wewenang dan tanggung jawab.
- Struktur Hirarki : Struktur keorganisasian dasar adalah sebuah struktur
hirarki dengan manajemen puncak paling atas dalam bagan, manajemen
menengah/madya ditengah dan manajemen bawahan di tempat paling bawah.
- Spesialisasi : Organisasi membagi pekerjaan atas tugas-tugas khusus
hingga menimbulkan spesilisasi
- Hubungan Lini dan Staf : Lini (Garis utuh) menjelaskan wewenang perintah
langsung dari fungsi-fungsi dalam organisasi. Contoh : manajer penjualan
menerima laporan dari para sales. Wewenang mengalir dari atas ke bawah
- Wewenang dan Tanggung
Jawab : Wewenang adalah
hak untuk memerintah. Bila seseorang memiliki tanggung jawab untuk sebuah
kegiatan, ia harus memiliki wewenang.
- Rentang Kendali (Span Of
Control) : Menunjukkan
banyaknya bawahan yang diawasi oleh seorang supervisor.
Struktur Organisasi – Variasi
Pada model dasar menekankan garis wewenang, kesatuan perintah (seseorang bawahan hanya memiliki seorang atasan), rentang kendali yang sempit dan penggunaan dukungan staf terhadap organisasi lini.
Tiga variasi pokok dalam model dasar keorganisasian yaotu :
Pada model dasar menekankan garis wewenang, kesatuan perintah (seseorang bawahan hanya memiliki seorang atasan), rentang kendali yang sempit dan penggunaan dukungan staf terhadap organisasi lini.
Tiga variasi pokok dalam model dasar keorganisasian yaotu :
- Organisasi
Fungsional : seorang manajer bertanggung jawab untuk fungsi tertentu.
- Organisasi
Divisional :
tiap-tiap divisi bertanggung jawab terhadap semua fungsi dalam divisinya.
Biasanya organisasi ini dibentuk berdasarkan produk/jasa yang dihasilkan.
- Organisasi
Proyek : dalam
organisasi ini sumber-sumber daya adalah proyek-proyek yang harus
ditangani oleh perusahaan dengan dipimpin oleh seorang pimpinan proyek.
C. Konsep Manajemen
1. Pengertian Manajemen
Dilihat dari asal katanya, kata manajemen atau management dalam Bahasa Inggris berasal
dari kata Italia, maneggiare yang
kurang lebih berarti menangani atau to
handle. Dalam bahasa latin ada kata yang punya pengertian hampir sama yakni
manus yang artinya tangan atau menangani.
Sementara berbicara tentang definisi, layaknya istilah-istilah lain dalam kajian Ilmu Sosial, Manajemen juga memiliki sejumlah definisi yang diberikan para ahli. Disini hanya akan dikemukakan satu definisi yang diungkapkan oleh GR Terry sebagai berikut.
Sementara berbicara tentang definisi, layaknya istilah-istilah lain dalam kajian Ilmu Sosial, Manajemen juga memiliki sejumlah definisi yang diberikan para ahli. Disini hanya akan dikemukakan satu definisi yang diungkapkan oleh GR Terry sebagai berikut.
§ Manajemen merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri
dari tindakan-tindakan: Perencanaan, Pengorganisasian, Penggiatan dan
Pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang
telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber
lainnya.
§ Pengertian lain manajemen adalah sebuah proses yang
dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui serangkaian kegiatan
berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian orang-orang
serta sumber daya organisasi lainnya.
D. Sarana-sarana Manajemen
Untuk mencapai tujuan yang dicapai diperlukan sebuah sarana,
yakni sebuah sarana manajemen yang terdiri dari men, money, material,
machine, method, dan market atau yang lebih dikenal 6M.
1)
Men
Yakni Sumber daya manusia yang melakukan kegiatan manajemen
dan produksi. Dengan adanya faktor SDM, kegiatan manajemen dan produksi dapat
berjalan, karena pada dasarnya faktor SDM sangat berperan penting dalam kegiatan
manajemen dan produksi.
2)
Money
Yakni faktor pendanaan atau keuangan. Tanpa ada keuangan
yang memadai kegiatan perusahaan atau organisasi takan berjalan sebagaimana
mestinya, karena pada dasarnya keuangan ialah darah dari perushaan atau organisasi.
Hal keuangan ini berhubungan dengan masalah anggaran (Budget), upah karyawan (Gaji), dan pendapatan perusahaan atau
organisasi.
3)
Materials
Yakni berhubungan dengan barang mentah yang akan diolah
menjadi barang jadi. Dengan adanya barang mentah maka dapat dijadikan suatu
barang yang bernilai sehingga dapat mendatangkan keuntungan.
4)
Machine
Yakni mesin pengolah atau teknologi yang dipakai dalam
mengolah barang mentah menjadi barang jadi. Dengan adanya mesin pengolah, maka
kegiatan produksi akan lebih efisien dan menguntungkan.
5)
Method
Yakni tata cara melakukan kegiatan manajemen secara efektif
dengan menggunakan pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran agar tercapai suatu
tujuan akan dituju.
6)
Market
Yakni tempat untuk memasarkan produk yang telah dihasilkan.
Seorang manajer pemasaran dituntut untuk dapat menguasai pasar, sehingga
kegiatan pemasaran hasil produksi dapat berlangsung. Agar pasar dapat dikuasai,
maka kualitas dan harga barang haruslah sesuai dengan selera konsumen dan daya
beli masyarakat.
Fungsi Manajemen
Pada intinya fungsi-fungsi manajemen meliputi fungsi
Perencanaan, Pelaksanaan dan Evaluasi. Namun dalam pelaksanaannya fungsi-fungsi
dasar tersebut bisa dikembangkan secara fleksibel sesuai kebutuhan organisasi.
Berikut adalah fungsi-fungsi manajemen yang dikemukakan oleh
Dessler, 1996:
1) Planning : Meliputi penentuan tujuan, tindakan, pengembangan aturan
dan prosedur-prosedur, pengembangan rencana dan melakukan prediksi.
2) Organizing :
Meliputi pemberian tugas, bagian-bagian, pendelegasian wewenang, mengkoordinir
pekerjaan.
3) Staffing : meliputi rekruitmen karyawan,
pelatihan dan pengembangan.
4) Leading : mencakup pemberian perintah,
menjaga motivasi dan semangat kerja karyawan
5) Controlling : menentukan standar, melakukan perbaikan bila
diperlukan.
Fungsi-fungsi manajemen diperlukan agar keseluruhan sumber
daya organisasi dapat dikelola dan dipergunakan secara efektif dan efisien
sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.
E.
Interaksi
Manusia dalam Suatu Organisasi
Interaksi manusia sangat penting dalam sebuah organisasi.
Pengaruh berbagai pola kepemimpinan yang berbeda atas produktivitas tampaknya
tergantung pada beberapa faktor. Akan tetapi, kepuasan pekerja biasanya lebih
tinggi dengan manajemen yang suportif dan partisipasif. Teori manajemen pada
mulanya agak bersifat mekanis dalam pandangan atas interaksi manusia dalam
suatu organisasi. Tujuan para anggota sebuah organisasi dianggap konsisten
dengan tujuan organisasi. Gerakan hubungan kemanusiaan yang dimulai dengan
hasil penelitian “Hawthorne” yang
dikenal antara tahun 1927 sampai dengan 1932 telah membentuk konsep tentang
organisasi sebagai suatu sistem sosial. Motivasi ternyata didasari oleh lebih
dari sekedar imbalan ekonomis.
Motivasi adalah alasan seseorang menjalankan kegiatan. Hal
ini biasanya dijelaskan dalam istilah dorongan atau kebutuhan manusia.
Kebutuhan seorang manusia tidak tetap. Kebutuhan ini berubah dari waktu kewaktu
bersamaan dengan tingkat karirnya dan sementara itu kebutuhan tertentu mendapat
lebih banyak kepuasan.
Sebuah klasifikasi yang bermanfaat tentang kebutuhan umum
manusia adalah sebuah hirarki yang dikembangkan oleh Abraham Maslow. Hirarki
Maslow berguna karena menunjukan sebuah dimensi penting dalam kebutuhan
manusia.
Sebuah klasifikasi yang lebih langsung berhubungan dengan
situasi kerja telah dikembangkan oleh Frederick Herzberg mengenai dua faktor
yang berhubungan dengan kepuasan kerja.
Kepemimpinan
Dalam suatu organisasi kepemimpinan merupakan faktor yang
sangat penting dalam menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh
organisasi. Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari
kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi. Kepemimpinan adalah aktivitas
untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk
mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983:123).
Sedangkan menurut Robbins (2002:163) Kepemimpian adalah
kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan. Sedangkan
menurut Ngalim Purwanto (1991:26) Kepemimpinan adalah sekumpulan dari
serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya
kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang
dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan
kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa
tidak terpaksa.
Dari pengertian diatas kepemimpinan mengandung beberapa unsur pokok antara lain:
Dari pengertian diatas kepemimpinan mengandung beberapa unsur pokok antara lain:
1) kepemimpinan
melibatkan orang lain dan adanya situasi kelompok atau organisasi tempat
pemimpin dan anggotanya berinteraksi,
2) di dalam kepemimpinan
terjadi pembagian kekuasaan dan proses mempengaruhi bawahan oleh pemimpin, dan
3) adanya tujuan bersama yang
harus dicapai.
Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk
mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan
tertentu pada situasi tertentu.
kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku
seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi
tertentu. Kepemimpinan merupakan masalah sosial yang di dalamnya terjadi
interaksi antara pihak yang memimpin dengan pihak yang dipimpin untuk mencapai
tujuan bersama, baik dengan cara mempengaruhi, membujuk, memotivasi dan
mengkoordinasi. Dari sini dapat dipahami bahwa tugas utatna seorang pemimpin
dalam menjalankan kepemimpinannya tidak hanya terbatas pada kemampuannya dalam
melaksanakan program-program saja, tetapi lebih dari itu yaitu pemimpin harus
mempu melibatkan seluruh lapisan organisasinya, anggotanya atau masyarakatnya
untuk ikut berperan aktif sehingga mereka mampu memberikan kontribusi yang
posetif dalam usaha mencapai tujuan.
Faktor-faktor penting yang terdapat dalam pengertian kepemimpinan:
Faktor-faktor penting yang terdapat dalam pengertian kepemimpinan:
1) Pendayagunaan Pengaruh
2) Hubungan Antar Manusia
3) Proses Komunikasi dan
4) Pencapaian Suatu Tujuan.
Unsur-Unsur Mendasar
Unsur-unsur yang mendasari kepemimpinan dari
definisi-definisi yang dikemukakan di atas, adalah:
1) Kemampuan mempengaruhi
orang lain (kelompok/bawahan).
2) Kemampuan mengarahkan atau
memotivasi tingkah laku orang lain atau kelompok.
3) Adanya unsur kerja sama untuk
mencapai tujuan yang diinginkan.
Prinsip-Prinsip Dasar Kepemimpinan
Karakteristik
seorang pemimpin didasarkan kepada prinsip-prinsip (Stephen R. Coney) sebagai
berikut:
1) Seorang yang
belajar seumur hidup : Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga
diluar sekolah. Contohnya, belajar melalui membaca, menulis, observasi, dan
mendengar. Mempunyai pengalaman yang baik maupun yang buruk sebagai sumber
belajar.
2) Berorientasi pada
pelayanan : Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip
pemimpin dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Dalam
memberi pelayanan, pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang
baik.
3) Membawa energi yang positif :
Setiap orang mempunyai energi dan semangat. Menggunakan energi yang positif
didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan orang lain. Untuk
itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin
harus dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak
ditentukan. Oleh karena itu, seorang pemimpin haras dapat menunjukkan energi
yang positif, seperti :
a) Percaya pada orang
lain : Seorang pemimpin mempercayai orang lain termasuk
staf bawahannya, sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan pekerjaan yang baik. Oleh karena itu, kepercayaan harus diikuti dengan kepedulian.
staf bawahannya, sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan pekerjaan yang baik. Oleh karena itu, kepercayaan harus diikuti dengan kepedulian.
b) Keseimbangan dalam kehidupan :
Seorang pemimpin haras dapat menyeimbangkan tugasnya. Berorientasi kepada
prinsip kemanusiaan dan keseimbangan diri antara kerja dan olah raga, istirahat
dan rekreasi. Keseimbangan juga berarti seimbang antara kehidupan dunia dan
akherat.
c) Melihat kehidupan sebagai
tantangan : Kata 'tantangan' sering diinterpretasikan negatif. Dalam hal ini
tantangan berarti kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya. Sebab
kehidupan adalah suatu tantangan yang dibutuhkan, mempunyai rasa aman yang
datang dari dalam diri sendiri. Rasa aman tergantung pada inisiatif,
keterampilan, kreatifitas, kemauan, keberanian, dinamisasi dan kebebasan.
d) Sinergi : Orang yang berprinsip
senantiasa hidup dalam sinergi dan satu katalis perubahan, Mereka selalu
mengatasi kelemahannya sendiri dan lainnya. Sinergi
adalah kerja kelompok dan memberi keuntungan kedua belah pihak. Menurut The New Brolier Webster International Dictionary, Sinergi adalah satu kerja kelompok, yang mana memberi hasil lebih efektif dari pada bekerja secara perorangan. Seorang pemimpin harus dapat bersinergis dengan setiap orang, atasan, staf, teman sekerja.
adalah kerja kelompok dan memberi keuntungan kedua belah pihak. Menurut The New Brolier Webster International Dictionary, Sinergi adalah satu kerja kelompok, yang mana memberi hasil lebih efektif dari pada bekerja secara perorangan. Seorang pemimpin harus dapat bersinergis dengan setiap orang, atasan, staf, teman sekerja.
e) Latihan mengembangkan diri
sendiri : Seorang pemimpin harus dapat memperbaharui diri sendiri untuk
mencapai keberhasilan yang tinggi. Jadi dia tidak hanya berorientasi pada
proses. Proses dalam mengembangkan diri terdiri dari beberapa komponen yang
berhubungan dengan:
·
pemahaman
materi
·
memperluas
materi melalui belajar dan pengalaman
·
mengajar
materi kepada orang lain
·
mengaplikasikan
prinsip-prinsip
·
memonitoring
hasil
·
merefleksikan
kepada hasil
·
menambahkan
pengetahuan baru yang diperlukan materi
·
pemahaman
baru
·
kembali
menjadi diri sendiri lagi.
0 komentar:
Posting Komentar